Baitul Arqom UNIMUDA Sorong Tingkatkan Kapasitas pribadi yang Unggul 👁️️ 748

By Operator Website Senin, 06 Januari 2020 | 00:41 am Kegiatan

Baitul Arqom UNIMUDA Sorong Tingkatkan Kapasitas pribadi yang Unggul

Setiap manusia yang lahir di dunia ini adalah pemenang dan juara, kalau bukan pemenang dan juara, maka tidak akan mungkin bisa berada di dunia ini. Setelah berada di dunia jiwa pemenang dan juara itu harus tetap terdoktrin dan teraktualisasi dalam segala aktivitas yang bersifat positif. Oleh karena itu, lakukanlah sesuatu yang di depan kita ada "GAMBAR BESAR" contoh seorang dosen Muhammadiyah dengan dasar pendidikan magister, maka gambar besarnya adalah menjadi doktor, dan memiliki pangkat akademik Guru Besar.

Kita sering mendengar dan mendengungkan kata-kata beriman, sebenarnya apakah istilah kata beriman itu, dan apa ciri-cirinya. Salah satu ciri orang beriman adalah percaya, meyakini, sekaligus mengamalkan Alquran Surat At- Talaq (65) ayat 2-3, "Barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar, dan memberinya rejeki dari. tempat yang disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya (QS. At-Talaq (65):2-3)". Jadi kalau ada dosen yang diajak untuk mengikuti Tabungan Haji Ta'awun (THT) masih menghitung-hitung pendapatan, yang hasil akhirnya tidak cukup, maka kita belum percaya, meyakini, sekaligus mengamalkan ayat 2 dan 3 surat At-Talaq. Yakinlah, bahkan Allah di ayat yang lain dengan jelas akan memberi rezeki yang jumlahnya unlimited. Banyak amal yang kita laksanakan di Persyarikatan Muhammadiyah yang sering menjadikan hal yang spektakuler seperti saat terjadi gerhana matahari, diantara masjid-masjid yang ada di Indonesia maupun Sorong, mayoritas tidak melaksanakan sholat gerhana, dan kita warga Muhammadiyah masjid-masjidnya melaksanakan, insyaAllah kita sudah berikhtiar maksimal, dan yakinlah bahwa kita sudah berada di pihakNya, sehingga kita harus bersyukur bisa tergabung dalam persyarikatan Muhammadiyah.

Ciri orang yang beriman selanjutnya adalah selalu bersyukur kepada Allah SWT, sebagaimana firman Allah SWT "Dan sesungguhnya kami telah memberi hikmat kepada Lukman, yaitu: "Bersyukurlah kepada Allah, maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barang siapa yang tidak bersyukur maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji (QS. Lukman (931):12)". Oleh karena itu, besukurlah bergabung di Muhammadiyah, salah satu contoh saat terjadi gerhana matahari, di antara masjid-masjid yang ada di Indonesia maupun Sorong, mayoritas tidak melaksanakan sholat gerhana, dan kita warga Muhammadiyah masjid-masjidnya melaksanakannya, insya Allah kita sudah berikhtiar maksimal, dan yakinlah bahwa kita sudah berada dipihak-Nya. Pada saat Prof. Dr. Tobroni, M.Si. guru besar di Universitas Muhammadiyah Malang, berkunjung ke STKIP Muhammadiyah Sorong bulan Juni 2018 di depan para dosen STKIP Muhammadiyah Sorong mengatakan: "Saat saya pertama kali diangkat jadi dosen di Universitas Muhammadiyah Malang diberikan gaji dan fasilitas yang seadanya, jauh dari kemewahan, sekarang saya bersyukur, karena dengan kondisi demikian membuat saya lebih giat, semangat, gigih, kerja keras, pantang menyerah, sekarang baru saya sadar rupanya itu semua merupakan cara terbaik Allah untuk melatih saya sehingga saat ini saya menjadi seorang Professor."

Perintah untuk berjamaah dalam melaksanakan amar ma'ruf nahi munkar sebagaimana firman Allah SWT "Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan , menyuruh (berbuat) makruf dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung (QS. Ali-Imron (3): 104)". Ayat ini menjadi dasar berdirinya organisasi Muhammadiyah menjadi sangat strategis dalam rangka meraih gambar besar di depan kita semua, karena semua gambar besar tentu meraihnya diperlukan tim yang sangat kuat. Jangan lupa setelah menentukan gambar besar di depan kita sebagai goal, maka segeralah melangkah dengan pasti menuju goal tersebut, dan senantiasa merawat jalan menuju goal tersebut.

Salah satu kegiatan penting yang merupakan bagian untuk memperkuat ruh universitas, dan sebagai alat meningkatkan kapasitas diri dan institusi UNIMUDA Sorong adalah Baitul Arqam bagi Pimpinan, Dosen, Staff, dan Karyawan UNIMUDA Sorong. Baitul Arqom adalah spirit untuk mencapai gambaran besar di depan kita, dan goal yang sudah ditentukan. Janganlah kita menurunkan goal yang akan kita tuju, namun tingkatkan kapasitas kita untuk meraih goal tersebut. Coba perhatikan pribadi dan institusi yang hebat, pasti hari-harinya senantiasa diisi dengan evaluasi diri melihat kekurangan, dan segera diperbaiki. Sungguh hal ini sangat produktif untuk kemajuan pribadi maupun institusi, karena diri kita, dan organisasi kita, memang dalam kekuasaan dan kendali kita. Hasilnya adalah akan muncul pribadi atau institusi yang hari ini lebih baik dari pada kemarin, dan esok lebih baik dari pada hari ini. Perhatikan juga pribadi atau institusi yang lemah, maka ciri-cirinya selalu menyibukkan menyalahkan pihak lain, dan ini sangat tidak produktif, karena pihak lain bukan dalam kekuasaan kita, sementara pribadi atau institusi yang seperti ini, tidak akan pernah menjadi lebih baik. Dua belah pihak yang saling berperang saja tidak bisa melarang supaya jangan pakai senjata tertentu, dan yang lebih baik tentu instropeksi senjata sendiri.

Perlu diketahui, pribadi atau institusi hanya bisa memberikan sesuatu apabila pribadi atau institusi tersebut memiliki sesuatu. Jadi, tugas kita bersama menebarkan kebaikan untuk semua, di kampus yang Damai, Nyaman, dan Berkeunggulan, tentu syaratnya kita karus memiliki nilai-nilai tersebut. Dalam rangka memiliki nilai-nilai tersebut kita sebagai manusia yang terbatas hendaklah membuat skala prioritas yang tajam, contohnya kita komitmen melakukan kebersihan secara ekstra dan ekstrim, setelah itu perhatikan dampaknya, akan luar biasa dan mempengaruhi vaiabel lainnya. Kemudian segala keunggulan yang bersifat positif disebarluaskan untuk kemasyalahan umat, tanpa memandang suku, agama, dan ras, dan ini sudah dipraktikkan oleh Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong.

Setelah mengikuti Baitul Arqam, tentu kita sudah harus bisa membagi potensi dan sumber daya untuk akhirat dan dunia secara proporsional, dan perhatikan bahwa Islam mengajarkan agar kita menjadi ummat yang kuat, diberbagai bidang, akidah, ekonomi, pendidikan, jejaring dan lainnya. Terbukti kewajiban haji dan zakat mal menuntut ummat yang kuat di bidang ekonomi. Memang orang dhuafa bisa naik haji, namun tidak bisa menghajikan orang lain, demikian juga kaum dhuafa bisa kuliah, namun tidak bisa membuat kampus. Kemudian disiplin waktu sholat wajib berjamaah diawal waktu menjadi komitmen bersama. Coba perhatikan, antara seseorang melaksanakan di awal waktu dan menunda-nunda saat pelaksanaannya memakan waktu yang sama. Apakah kalau diawal waktu sholat selama satu jam, sedangkan di akhir bisa lima menit, tentu saja tidak, melainkan sama. Jadi, intinya kita hendaknya dengan disiplin memindahkan waktu yang tadinya diakhir menjadi diawal waktu, yang di dalam diri masing-masing tentunya ada perhatian, dan ketaatan lebih.

Pada tahun 2016 akhir juga diadakan Baitul Arqam yang mengusung tema "Membangun Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong Melampui Batas Impian". Saya ingat betul saat itu terjadi kebuntuan saat STKIP Muhammadiyah Sorong sedang dalam proses pengusulan perubahan bentuk menjadi UNIMUDA Sorong. Pada saat itu, di Kemenristekdikti secara nasional sistemnya sedang ditutup, dan terhalang beberapa aturan yang membuat usulan tidak bisa dilanjutkan. Namun alhamdulillah atas izin Allah, semua tantangan perjuangan dan aturan-aturan yang menghalangi dapat diatasi semua, sehingga terbukalah jalan-jalan terang untuk melanjutkan proses pengusulan perubahan bentuk, yang akhirnya tanggal 5 Juli 2018 keluarlah SK Perubahan bentuk dari STKIP menjadi UNIMUDA Sorong, bukti sebuah slogan melampui batas impian.

Muhammadiyah adalah alat untuk mencapai tujuan-tujuan besar, dan alhamdulillah tampak dalam aktivitas sehari-hari di Indonesia Muhammadiyah lebih membumi, semua ilmu, keputusan, harus dibumikan agar bermanfaat bagi masyarakat luas. Oleh karena itu, semua dosen UNIMUDA Sorong yang di mata msayarakat sebagai kaum terpelajar, berkualifikasi pendidikan magister dan doktor harus mengambil peran yang strategis dan berarti dalam Muhammadiyah atau ortomnya. Contoh pada tahun 1981 pada waktu itu saya sebagai guru SMP dan SMA Muhammadiyah di Kota Sorong, dalam organisasi Muhammadiyah di semua tingkatan saya selalu pada posisi strategis, padahal saat itu pendidikan formal saya hanya lulusan diploma dan akta satu. Sedangkan dosen semuanya minimal perpendidikan magister, tentu harus lebih berperan, hal ini juga sebagai sarana leedership training.

Salah satu kisah yang sangat membumi di Muhammadiyah dan umat Islam di Indonesia pada umumnya adalah kisah Kiai Al-Maun Ahmad Dahlan, yang menyuruh murid-muridnya menghafal surat Al-Maun dan diulang terus tidak pindah-pindah. Ada seorang santri yang bertanya "Kiai kami sudah hafal semua, kenapa tidah pindah-pindah ke surat lainnya?". Langsung Kiai Ahmad Dahlan bertanya "Apakah kalian sudah mengamalkan surat tersebut? Setelah dibaca rupanya belum mengamalkan menyantuni anak yatim dan fakir miskin, Maka segera santri-santri Kiai Ahmad Dahlan mengamalkan dengan cara mencari fakir miskin untuk disantuni, dan anak yatim dibuatkan fasilitas agar dapat sekolah. Dari kisah ini, tahukah bahwa panti asuhan dan sekolah yang didirikan oleh organisasi Muhammadiyah menjadi terbanyak di dunia. Refleksi dari kisah tersebut, harus ada kajian tentang ayat atau hadits, dan terus bergerak untuk mengamalkan, dan tidak menutup kemungkinan kita akan mengukir prestasi spektakuler di dunia ini.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa Baitul Arqam mempunyai tujuan dalam rangka mengasah sekaligus mencerdaskan spiritual pribadi dan institusi. Dengan pengertian kecerdasan spiritual adalah menjadikan semua aktivitas kita dalam kehidupan ini bernilai ibadah kepada Allah. Mempertimbangkan asas manfaat secara spiritual dan akademik, maka Baitul Arqom akan tetap dilaksanakan secara kontisten dan berkelanjutan di UNIMUDA Sorong.

Penulis: Dr. Rustamadji, M.Si. (Rektor UNIMUDA Sorong)

By Operator Website Senin, 06 Januari 2020 | 00:41 am