Ekstra dan Ekstreem; Dari Nol hingga wariskan UNIMUDA Unggul, Dr. Rustamadji, M.Si. Kini resmi menjabat Ketua BPH. 👁️️ 12

By Nursalim Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:50 am Berita

Ekstra dan Ekstreem; Dari Nol hingga wariskan UNIMUDA Unggul, Dr. Rustamadji, M.Si. Kini resmi menjabat Ketua BPH.

UNIMUDANews. Perjalanan panjang Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong tidak dapat dilepaskan dari sosok Dr. Rustamadji, M.Si. Dari sebuah perguruan tinggi yang dirintis dengan keterbatasan, ia bersama para pendiri, pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan berbagai pihak telah mengantarkan UNIMUDA tumbuh menjadi salah satu perguruan tinggi Muhammadiyah di Tanah Papua yang terus berkembang.

Kini, setelah melewati perjalanan panjang sebagai Rektor UNIMUDA Sorong, Dr. Rustamadji, M.Si., menerima amanah baru sebagai Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UNIMUDA Sorong. Ia dilantik pada Selasa, 29 September 2026, dalam rangkaian acara pelantikan Rektor UNIMUDA Sorong periode 2026–2030 dan pengukuhan BPH yang berlangsung di UNIMUDA Convention Center (UCC).

Momentum tersebut bukan sekadar pergantian jabatan. Bagi Dr. Rustamadji, M.Si., acara itu menjadi ruang refleksi tentang sebuah perjalanan panjang: bagaimana sebuah cita-cita sederhana dibangun dari bawah, melewati berbagai keterbatasan, hingga berkembang menjadi universitas dengan puluhan program studi dan berbagai fasilitas pendidikan.

Dalam sambutannya, Dr. Rustamadji, M.Si., mengajak keluarga besar UNIMUDA melihat kembali dari mana perjalanan itu bermula.

Cikal bakal UNIMUDA lahir dari gagasan sederhana untuk menghadirkan perguruan tinggi yang mampu menyiapkan tenaga pendidik bagi masyarakat di Kabupaten dan Kota Sorong. Gagasan tersebut kemudian diwujudkan melalui berdirinya STKIP Muhammadiyah Sorong pada 2002.

Perjalanannya, kata Dr. Rustamadji, benar-benar dimulai dari nol.

“From zero, dari 0, tidak punya apa-apa.”

Pada masa awal, STKIP Muhammadiyah Sorong hanya memiliki tiga program studi. Aktivitas perkuliahan pun berlangsung dengan berbagai keterbatasan, termasuk memanfaatkan dan menumpang pada sejumlah fasilitas pendidikan.

Namun, keterbatasan tersebut tidak menjadi alasan untuk berhenti.

Dr. Rustamadji mengenang bagaimana dirinya harus berulang kali melakukan perjalanan ke Jakarta untuk mengurus berbagai kebutuhan pengembangan perguruan tinggi. Dalam kondisi keterbatasan biaya, perjalanan tersebut bahkan dilakukan dengan menggunakan kapal dan tinggal di lingkungan PP Muhammadiyah ketika harus berada di Jakarta.

Di tengah keterbatasan itu, satu hal yang terus memenuhi pikirannya adalah bagaimana STKIP Muhammadiyah Sorong dapat berkembang.

Bekerja untuk STKIP. Berpikir tentang STKIP. Berjalan dari satu tempat ke tempat lain untuk kepentingan STKIP.

Semangat tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang yang kemudian mengantarkan STKIP Muhammadiyah Sorong bertransformasi menjadi Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong.

Pada 15 Juli 2018, UNIMUDA Sorong resmi berdiri. Dr. Rustamadji, M.Si., kemudian dipercaya menjadi rektor pertama universitas tersebut setelah sebelumnya memimpin STKIP Muhammadiyah Sorong.

Bagi Dr. Rustamadji, jabatan sebagai rektor bukan sekadar posisi struktural. Jabatan tersebut merupakan bagian dari perjalanan bersama para sahabat dan seluruh pihak yang sejak awal ikut membangun perguruan tinggi Muhammadiyah di Sorong.

Salah satu cerita menarik dalam perjalanan tersebut adalah lahirnya nama UNIMUDA.

Dr. Rustamadji menceritakan bahwa nama tersebut diperoleh melalui sebuah sayembara. Nama UNIMUDA kemudian dipilih dan dimaknai sebagai kumpulan orang yang memiliki jiwa dan semangat muda.

Semangat itulah yang kemudian menjadi bagian dari identitas perjalanan UNIMUDA: terus bergerak, berani berubah, dan tidak berhenti berinovasi.

Setelah bertahun-tahun memimpin, Dr. Rustamadji menyampaikan rasa syukur atas perkembangan yang telah dicapai UNIMUDA Sorong.

Salah satu capaian penting adalah diraihnya akreditasi institusi unggul pada 16 Desember 2025. Bagi Dr. Rustamadji, capaian tersebut merupakan salah satu warisan nonfisik yang sangat berharga bagi perjalanan UNIMUDA.

Perkembangan juga terlihat dari jumlah program studi. Dari tiga program studi pada masa awal STKIP Muhammadiyah Sorong, UNIMUDA kini berkembang hingga memiliki 32 program studi, disertai pembangunan berbagai fasilitas dan infrastruktur kampus.

Namun, Dr. Rustamadji menegaskan bahwa capaian tersebut bukan hasil kerja satu orang.

Ada dosen yang mengajar dan melakukan penelitian. Ada tenaga kependidikan yang memastikan pelayanan berjalan. Ada mahasiswa yang terus belajar dan berprestasi. Ada pimpinan yang bekerja bersama. Ada pemerintah, masyarakat, mitra, serta berbagai pihak yang memberikan dukungan.

“Kalau kita melakukan hal-hal yang biasa, hasilnya juga biasa. Kalau mau berhasil yang tidak biasa, kita jangan melakukan hal-hal yang biasa,” ungkapnya.

Pesan tersebut menggambarkan keyakinannya bahwa perubahan besar membutuhkan keberanian untuk melakukan sesuatu yang lebih dari sekadar rutinitas.

Di tengah refleksi atas berbagai capaian yang telah diraih, Dr. Rustamadji menyampaikan satu pernyataan yang menjadi bagian penting dari sambutannya.

Ketika menghadapi pergantian kepemimpinan, ia menyadari bahwa UNIMUDA harus terus berjalan melampaui siapa pun yang memimpinnya.

“This is UNIMUDA, not mine. Bukan saya punya.”

Pernyataan tersebut menjadi refleksi penting setelah bertahun-tahun ia mencurahkan pikiran, tenaga, waktu, dan perhatian untuk membangun UNIMUDA.

Bagi Dr. Rustamadji, universitas bukanlah milik seorang rektor. UNIMUDA adalah amanah yang harus dijaga dan dikembangkan secara bersama.

Kini, ia memasuki fase baru sebagai Ketua BPH UNIMUDA Sorong.

Dalam amanah tersebut, Dr. Rustamadji menegaskan komitmennya untuk tetap hadir bagi dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan seluruh keluarga besar UNIMUDA.

Ia bahkan menyampaikan gagasan “BPH for All”, yaitu BPH yang terbuka, hadir, dan dapat menjadi bagian dari seluruh elemen UNIMUDA.

Salah satu pesan kuat yang disampaikan Dr. Rustamadji dalam sambutannya adalah tentang keberanian untuk terus bergerak.

Mengutip semangat yang terkandung dalam Surah Al-Insyirah, ia mengingatkan bahwa setiap kesulitan selalu disertai kemudahan. Karena itu, ketika satu pekerjaan telah selesai, maka pekerjaan dan kebaikan berikutnya harus segera dimulai.

Bagi Dr. Rustamadji, berpindah dari satu amanah ke amanah lainnya bukan berarti berhenti berkarya.

Sebaliknya, perubahan merupakan kesempatan untuk melanjutkan kebaikan dalam bentuk yang berbeda.

Ia juga mengingatkan generasi muda untuk terus menggunakan kemampuan fisik dan pikirannya untuk belajar, bekerja, berkarya, serta menghasilkan sesuatu yang baru.

Terus bergerak. Terus belajar. Terus menghasilkan karya.

Sebab, berhenti bergerak berarti memberi ruang bagi diri untuk berhenti berkembang.

Dalam refleksinya, Dr. Rustamadji juga menekankan bahwa pengabdian tidak semestinya diukur dari jabatan maupun penghargaan.

Apa yang telah dilakukan bersama tim selama membangun UNIMUDA, menurutnya, bukan semata-mata untuk memperoleh balasan dari institusi maupun manusia. Seluruh pengabdian tersebut pada akhirnya dikembalikan kepada Allah SWT.

UNIMUDA bukan sekadar tempat bekerja. Lebih dari itu, UNIMUDA adalah ruang untuk mengabdi, menanam kebaikan, dan memberikan manfaat bagi umat, bangsa, serta Tanah Papua.

Karena itu, ia berpesan kepada seluruh dosen dan keluarga besar UNIMUDA untuk tidak menjadikan jabatan dan penghargaan sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga adab. Pendidikan formal yang tinggi, menurutnya, harus berjalan beriringan dengan sikap, kesopanan, penghormatan kepada sesama, serta penghormatan kepada orang tua.

Perjalanan dari STKIP Muhammadiyah Sorong hingga menjadi UNIMUDA bukanlah perjalanan singkat. Ia merupakan rangkaian panjang dari gagasan, keberanian, kerja keras, pengorbanan, kebersamaan, dan doa.

Dari kampus yang bermula dengan tiga program studi dan berbagai keterbatasan, UNIMUDA kini telah berkembang menjadi institusi dengan 32 program studi dan berbagai fasilitas pendidikan.

Namun bagi Dr. Rustamadji, warisan terbesar dari perjalanan tersebut bukan semata-mata bangunan, jumlah program studi, maupun capaian kelembagaan.

Warisan terbesar adalah semangat untuk terus bergerak.

Kini, estafet kepemimpinan rektor telah diserahkan kepada Dr. Sirojjuddin, M.Pd. Sementara Dr. Rustamadji, M.Si., melanjutkan pengabdiannya melalui amanah sebagai Ketua BPH UNIMUDA Sorong.

Pergantian amanah tersebut bukanlah akhir perjalanan. Ini adalah babak baru.

Dari perjuangan membangun institusi, kini ia memasuki peran baru untuk menjaga, mengawal, dan ikut memastikan UNIMUDA terus berkembang.

Dari “From Zero” menuju institusi yang semakin kuat. Dari perjuangan personal menuju gerakan bersama. Dari seorang rektor menjadi bagian dari pengawal amanah persyarikatan.

Dan pesan yang ditinggalkan untuk seluruh keluarga besar UNIMUDA tetap sama:

“Bangunlah menjadi yang terbaik, secara ekstra dan ekstreem.”

Sebab satu kebaikan yang selesai bukanlah alasan untuk berhenti. Setelah satu amanah dituntaskan, masih ada kebaikan berikutnya yang menunggu untuk dikerjakan.

By Nursalim Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:50 am

Artikel Terbaru