Estafet Kepemimpinan Berlanjut, Dr. Sirojjuddin, M.Pd. Resmi Dilantik sebagai Rektor UNIMUDA Sorong 👁️️ 6
UNIMUDANews.Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong resmi memasuki babak baru kepemimpinan setelah Dr. Sirojjuddin, M.Pd., dilantik sebagai Rektor UNIMUDA Sorong periode 2026–2030. Pelantikan tersebut berlangsung pada Selasa, 29 September 2026, di UNIMUDA Convention Center (UCC).
Pelantikan Rektor UNIMUDA Sorong menjadi momentum penting dalam keberlanjutan perjalanan perguruan tinggi Muhammadiyah di Tanah Papua. Dr. Sirojjuddin, M.Pd., melanjutkan estafet kepemimpinan dari Dr. Rustamadji, M.Si., yang telah memimpin UNIMUDA Sorong sejak transformasi STKIP Muhammadiyah Sorong menjadi universitas pada 2018.
Prosesi pelantikan dihadiri Pimpinan Pusat Muhammadiyah, LLDIKTI Wilayah XIV, Pemerintah Daerah, Badan Pembina Harian (BPH) UNIMUDA Sorong, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Papua Barat, jajaran Forkopimda Papua Barat Daya, pimpinan perbankan dan mitra UNIMUDA, serta jajaran pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, dan keluarga besar UNIMUDA Sorong.
Dalam sambutannya, Dr. Sirojjuddin, M.Pd., menegaskan bahwa jabatan sebagai rektor bukanlah sebuah kebanggaan pribadi, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada Allah SWT, Persyarikatan Muhammadiyah, sivitas akademika, masyarakat, bangsa, dan generasi yang akan datang.
Ia menyampaikan penghormatan dan terima kasih kepada Pimpinan Daerah Muhammadiyah, Pimpinan Pusat Muhammadiyah, serta Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah atas kepercayaan yang diberikan untuk melanjutkan perjuangan dan cita-cita Muhammadiyah melalui UNIMUDA Sorong.
Menurutnya, kepemimpinan universitas tidak dapat dijalankan seorang diri. Kemajuan UNIMUDA membutuhkan kebersamaan, gagasan, kerja keras, integritas, serta keikhlasan dari seluruh elemen universitas.
“Rektor bukanlah pemilik universitas, rektor adalah pelayan bagi universitas dan penjaga amanah persyarikatan. Karena itu, pintu komunikasi harus dibuka, ruang dialog harus diperluas, perbedaan pendapat harus ditempatkan sebagai bagian dari dinamika akademik, dan setiap keputusan harus diarahkan pada kepentingan yang lebih besar,” tegasnya.
Prinsip tersebut menjadi salah satu fondasi kepemimpinan Dr. Sirojjuddin, M.Pd., dalam membawa UNIMUDA Sorong ke depan. Ia menekankan pentingnya kepemimpinan yang kolaboratif, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan.
Ruang komunikasi dan dialog akan terus diperluas agar seluruh elemen universitas memiliki kesempatan untuk berkontribusi dalam menentukan arah dan masa depan UNIMUDA Sorong.
Di bawah kepemimpinannya, Dr. Sirojjuddin, M.Pd., membawa visi untuk memperkuat posisi UNIMUDA Sorong sebagai perguruan tinggi yang unggul dalam pendidikan, kuat dalam riset, produktif dalam publikasi, berdampak melalui pengabdian kepada masyarakat, serta memiliki jaringan nasional dan internasional.
Menurutnya, UNIMUDA harus tetap berakar kuat di Tanah Papua, namun memiliki cakrawala yang mendunia. Kekayaan biodiversitas, budaya, dan kearifan lokal Papua tidak hanya dapat dipandang sebagai objek kajian, tetapi juga sebagai sumber pengetahuan, inovasi, penelitian, dan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat.
“UNIMUDA harus menjadi rumah besar bagi lahirnya generasi intelektual, profesional, entrepreneur, ilmuwan, pendidik, dan pemimpin masa depan Tanah Papua,” ujarnya.
Arah tersebut menunjukkan komitmen untuk menjadikan pendidikan di UNIMUDA tidak berhenti pada pencapaian akademik semata. Pendidikan harus mampu membentuk manusia yang berilmu, berkarakter, berkemajuan, berakhlak, serta mampu menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat.
Perubahan dunia pendidikan tinggi yang berlangsung sangat cepat juga menjadi perhatian utama dalam kepemimpinan Dr. Sirojjuddin, M.Pd.
Perkembangan kecerdasan buatan, digitalisasi, transformasi dunia kerja, perubahan iklim, krisis lingkungan, serta kemajuan teknologi menuntut perguruan tinggi untuk terus beradaptasi dan berinovasi.
Karena itu, UNIMUDA Sorong didorong untuk tidak sekadar menjadi penonton perubahan, tetapi mengambil bagian dalam menghadirkan perubahan. Sejumlah agenda yang menjadi perhatian antara lain percepatan transformasi digital, penguatan budaya riset dan publikasi, hilirisasi hasil penelitian, pengembangan ekosistem kewirausahaan mahasiswa, serta penguatan pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan zaman dan masyarakat.
Peningkatan kualitas dosen dan tenaga kependidikan juga menjadi bagian penting dari agenda tersebut. Peningkatan kualifikasi akademik, produktivitas penelitian, publikasi ilmiah, inovasi pembelajaran, serta pengabdian kepada masyarakat dinilai menjadi fondasi penting dalam memperkuat mutu pendidikan tinggi.
Untuk membangun UNIMUDA secara bersama-sama, Dr. Sirojjuddin, M.Pd., mengajak seluruh sivitas akademika menyatukan langkah melalui semangat “1 UNIMUDA, 1 Visi, 1 Gerak, 1 Tujuan.”
Semangat tersebut menjadi ajakan kepada dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, pimpinan, dan seluruh keluarga besar UNIMUDA untuk bekerja dalam satu arah demi mewujudkan universitas yang semakin unggul, dipercaya, berdampak, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, masa depan UNIMUDA tidak hanya ditentukan oleh siapa yang menjadi rektor, tetapi oleh seberapa kuat seluruh elemen universitas mampu bekerja bersama. Kolaborasi dengan pemerintah daerah, Muhammadiyah, perguruan tinggi lain, dunia usaha, masyarakat, serta berbagai mitra menjadi bagian penting dalam perjalanan UNIMUDA ke depan.
Pergantian kepemimpinan UNIMUDA Sorong tidak dapat dilepaskan dari perjalanan panjang yang telah dibangun oleh Dr. Rustamadji, M.Si.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Rustamadji menyampaikan refleksi atas perjalanan membangun perguruan tinggi Muhammadiyah di Sorong, yang bermula dari gagasan mendirikan STKIP Muhammadiyah Sorong hingga berkembang menjadi UNIMUDA Sorong.
STKIP Muhammadiyah Sorong berdiri dalam kondisi yang sangat sederhana dan pada awalnya hanya memiliki tiga program studi. Perjalanan panjang tersebut kemudian mengantarkan institusi bertransformasi menjadi Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong pada 15 Juli 2018.
Dr. Rustamadji menjadi rektor pertama UNIMUDA Sorong setelah sebelumnya memimpin STKIP Muhammadiyah Sorong. Di bawah kepemimpinannya, UNIMUDA terus mengalami perkembangan dalam berbagai aspek kelembagaan.
Dalam sambutannya, Dr. Rustamadji menyampaikan bahwa UNIMUDA kini telah berkembang menjadi institusi dengan 32 program studi dan 107 unit bangunan.
Salah satu capaian penting dalam perjalanan tersebut adalah diperolehnya akreditasi institusi unggul pada 16 Desember 2025. Capaian tersebut menjadi bagian dari fondasi kelembagaan yang selanjutnya akan dilanjutkan dan dikembangkan oleh kepemimpinan Dr. Sirojjuddin, M.Pd.
Perwakilan LLDIKTI Wilayah XIV dalam sambutannya turut menyampaikan apresiasi atas dedikasi Dr. Rustamadji dalam membangun pendidikan tinggi di Tanah Papua melalui STKIP Muhammadiyah Sorong dan UNIMUDA Sorong.
LLDIKTI Wilayah XIV juga menyampaikan dukungan terhadap kepemimpinan Dr. Sirojjuddin, M.Pd., dalam melanjutkan estafet kepemimpinan dan mengembangkan UNIMUDA Sorong pada periode 2026–2030.
Dengan dilantiknya Dr. Sirojjuddin, M.Pd., UNIMUDA Sorong memasuki fase baru dengan semangat melanjutkan capaian yang telah dibangun sekaligus menjawab tantangan pendidikan tinggi di masa depan.
Kepemimpinan baru diharapkan mampu menjaga keberlanjutan perkembangan kelembagaan, memperkuat mutu akademik, meningkatkan kontribusi riset dan pengabdian, memperluas jejaring kemitraan, serta memperkuat posisi UNIMUDA sebagai perguruan tinggi Muhammadiyah yang berakar di Tanah Papua dan memiliki orientasi global.
Menutup sambutannya, Dr. Sirojjuddin, M.Pd., mengajak seluruh keluarga besar UNIMUDA Sorong menjadikan pergantian kepemimpinan sebagai perjalanan kolektif untuk membangun universitas.
“Dari Sorong untuk Papua, dari Papua untuk Indonesia, dan dari Indonesia untuk dunia.”
Pelantikan Dr. Sirojjuddin, M.Pd., dengan demikian bukan sekadar pergantian kepemimpinan, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam membawa UNIMUDA Sorong terus tumbuh, berinovasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi pendidikan, Muhammadiyah, serta masyarakat di Tanah Papua.