Kepala Dinas Pendidikan PBD serahkan Bantuan Studi Akhir bagi Mahasiswa UNIMUDA Sorong 👁️️ 16

By Nursalim Kamis, 02 Juli 2026 | 16:54 pm Berita

Kepala Dinas Pendidikan PBD serahkan Bantuan Studi Akhir bagi Mahasiswa UNIMUDA Sorong

UNIMUDANews | Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi putra-putri Papua melalui kolaborasi bersama Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya dan Bank Pembangunan Daerah Papua (Bank Papua) pada hari Kamis (2/7/2026).

Dalam sebuah seremoni yang berlangsung di Gedung Unimuda Convention Center (UCC) UNIMUDA Sorong, dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara UNIMUDA Sorong dan Bank Papua, yang dirangkaikan dengan penyerahan bantuan studi akhir kepada mahasiswa Orang Asli Papua (OAP).

Sebanyak 126 mahasiswa UNIMUDA Sorong menerima bantuan studi akhir dari Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Barat Daya. Rinciannya, 125 mahasiswa program sarjana masing-masing menerima bantuan sebesar Rp10 juta, sedangkan mahasiswa program magister menerima bantuan sebesar Rp20 juta, total bantuan yang disalurkan mencapai Rp1,27 miliar.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan provinsi Papua Barat Daya, disaksikan pimpinan UNIMUDA Sorong, pimpinan Bank Papua, dosen, tenaga kependidikan, serta para mahasiswa penerima.

Rektor UNIMUDA Sorong, Dr. Rustamadji, M.Si., menyampaikan apresiasi kepada pemerintah provinsi Papua Barat Daya yang dinilai konsisten menjadikan pendidikan sebagai investasi utama dalam pembangunan sumber daya manusia Papua.

"Hari ini saya menyampaikan apresiasi khusus kepada Bapak gubernur Papua Barat Daya melalui Bapak Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Sebanyak 126 mahasiswa UNIMUDA Sorong menerima bantuan studi akhir. Ini adalah bentuk kepedulian nyata pemerintah terhadap masa depan generasi Papua," ujar ujar rektor.

Ia menegaskan bahwa seluruh bantuan disalurkan secara transparan dan diterima mahasiswa sesuai dengan nominal yang telah ditetapkan dalam Surat Keputusan.

"Hari ini saya tegaskan, apa yang tertulis dalam Surat Keputusan itulah yang diterima mahasiswa. Kalau di daftar tertulis Rp10 juta, maka Rp10 juta yang diterima. Tidak ada potongan sedikit pun. Ini harus menjadi bukti bahwa bantuan pemerintah benar-benar sampai kepada mahasiswa," tegasnya.

Dr. Rustamadji juga menegaskan bahwa bantuan yang diberikan pemerintah daerah harus dijawab dengan tanggung jawab dan prestasi nyata. Menurutnya, bentuk terima kasih terbaik kepada gubernur dan kepala dinas bukan hanya melalui ucapan, tetapi melalui kesungguhan mahasiswa dalam memanfaatkan kesempatan belajar, menyelesaikan studi tepat waktu, serta kembali mengabdi untuk membangun Papua. Ia berharap bantuan tersebut menjadi penyemangat sekaligus motivasi bagi mahasiswa untuk terus berjuang meraih masa depan yang lebih baik.

Dalam kesempatan itu, Dr. Rustamadji juga kembali mengingatkan bahwa UNIMUDA Sorong kini telah mencatat sejarah sebagai perguruan tinggi pertama dan satu-satunya di Tanah Papua dan Maluku yang meraih Akreditasi Institusi Unggul.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Barat Daya, Adolof Kambuaya, SH., M.Si. menjelaskan bahwa bantuan studi akhir merupakan implementasi nyata amanat Undang-Undang Otonomi Khusus yang menempatkan pendidikan sebagai prioritas pembangunan.

"Dana Otonomi Khusus telah mengamanatkan bahwa pendidikan menjadi prioritas. Tugas kami adalah memastikan anggaran tersebut benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Papua. Bantuan ini diberikan agar mahasiswa dapat menyelesaikan studinya, bukan untuk kepentingan lain," ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa kebijakan tersebut lahir dari berbagai pengalaman ketika menghadiri prosesi wisuda di sejumlah perguruan tinggi.

"Saya sering mendengar rektor mengatakan bahwa mahasiswa sudah diwisuda, tetapi masih memiliki tunggakan biaya pendidikan di kampus. Karena itu kami mencari solusi agar mahasiswa dapat menyelesaikan kewajibannya dan lulus tanpa beban," tambahnya.

Selain penyaluran bantuan pendidikan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum penguatan kerja sama antara UNIMUDA Sorong dan Bank Papua melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU).

Pimpinan Bank Papua Cabang Sorong menyatakan kesiapan pihaknya untuk menjadi mitra strategis UNIMUDA dalam penyediaan layanan keuangan dan pengembangan pendidikan.

"Kami berharap seluruh layanan keuangan di UNIMUDA Sorong dapat memanfaatkan Bank Papua. Kami siap bersinergi dan mendukung seluruh aktivitas layanan keuangan kampus serta bersama-sama membangun Kabupaten Sorong dan Provinsi Papua Barat Daya melalui peningkatan kualitas pendidikan," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kerja sama tersebut diharapkan semakin mempererat hubungan antara Bank Papua dan UNIMUDA Sorong yang telah terjalin sejak kampus ini masih berstatus sekolah tinggi.

Acara ditutup dengan Penandatanganan (Memorandum of Understanding) MoU kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bantuan studi akhir secara simbolis kepada perwakilan mahasiswa penerima.

Sinergi antara Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, Bank Papua, dan UNIMUDA Sorong menjadi bukti bahwa pembangunan sumber daya manusia merupakan tanggung jawab bersama. Dukungan tersebut diharapkan mampu mempercepat lahirnya lulusan-lulusan unggul dari UNIMUDA Sorong yang siap berkontribusi bagi kemajuan Papua Barat Daya dan Indonesia. (RCH/SHF)

By Nursalim Kamis, 02 Juli 2026 | 16:54 pm

Artikel Terbaru