Menjaga Jejak 22 Tahun Pengabdian, Merawat Persaudaraan: Ramah Tamah Bersama Ketua BPH UNIMUDA Sorong, Bapak Nursono Sidiq 👁️️ 67
UNIMUDASorongNews, 20 Juni 2026 – Suasana haru, hangat, dan penuh kekeluargaan mewarnai agenda ramah tamah sivitas akademika Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong bersama Ketua Badan Pembina Harian (BPH), Bapak Nursono Sidiq, yang akan melanjutkan pengabdiannya di kampung halaman.
Kegiatan yang dihadiri oleh pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, serta keluarga besar UNIMUDA Sorong ini menjadi momentum untuk mengenang perjalanan panjang pengabdian Bapak Nursono Sidiq yang telah membersamai UNIMUDA Sorong sejak 19 Agustus 2004. Selama lebih dari dua dekade, beliau menjadi sosok yang tidak hanya menjalankan amanah kelembagaan, tetapi juga menjadi penjaga nilai-nilai Muhammadiyah, penguat persaudaraan, dan penggerak kemajuan institusi.
Dalam sambutannya, Rektor UNIMUDA Sorong (Dr. Rustamadji, M.Si.) menyampaikan rasa syukur atas kebersamaan yang telah terjalin selama ini. Beliau mengawali dengan mengingatkan tentang salah satu golongan yang mendapatkan perlindungan Allah SWT di akhir zaman, yaitu mereka yang saling mencintai, bertemu, dan berpisah karena Allah.
“Pak Nursono adalah kepanjangan tangan Persyarikatan Muhammadiyah yang telah membersamai perjalanan UNIMUDA Sorong dalam berbagai fase penting. Beliau menjadi benteng moral, penjaga ibadah, perekat yang menyenangkan, sekaligus sosok yang menghadirkan kebahagiaan dalam setiap kebersamaan,” ungkap Rektor.
Rektor juga mengenang berbagai capaian penting yang berhasil diraih UNIMUDA Sorong selama masa pengabdian Bapak Nursono Sidiq. Salah satu tonggak bersejarah adalah keberhasilan STKIP Muhammadiyah Sorong memperoleh Akreditasi B pertama kalinya di Tanah Papua dan Maluku pada tahun 2015, sebuah pencapaian yang lahir dari perjuangan panjang dan kerja keras seluruh elemen kampus.
Menurut Rektor, keberhasilan UNIMUDA Sorong tidak lepas dari kemampuan membangun kolaborasi yang harmonis melalui konsep Three in One, yakni sinergi antara Muhammadiyah, pemerintah, masyarakat, tokoh adat, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Dalam proses tersebut, Bapak Nursono Sidiq selalu hadir sebagai figur yang mampu menjaga hubungan baik antara BPH dan universitas.
Rektor juga mengingatkan pesan dari Prof. Zamroni bahwa perguruan tinggi Muhammadiyah tumbuh secara bertahap, namun dapat mengalami kemunduran dengan sangat cepat apabila tidak dijaga dengan baik.
“UNIMUDA Sorong telah mencapai predikat Unggul. Tugas kita sekarang adalah merawat sejarah, menjaga capaian ini, dan terus meningkatkannya. Jangan sampai apa yang telah diperjuangkan oleh para pendahulu menjadi sia-sia,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Rektor menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan pengabdian tanpa batas yang telah diberikan oleh Bapak Nursono Sidiq. Atas nama pimpinan dan seluruh sivitas akademika, beliau juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan selama berinteraksi dan bekerja bersama.
Sementara itu, dalam pesan ramah tamahnya, Bapak Nursono Sidiq menyampaikan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan Allah SWT untuk menjadi bagian dari perjalanan panjang UNIMUDA Sorong.
Beliau mengawali dengan memanjatkan doa bagi Rektor beserta keluarga, para Wakil Rektor, dosen, tenaga kependidikan, dan seluruh keluarga besar UNIMUDA Sorong agar senantiasa dijauhkan dari kemaksiatan, diberikan kesungguhan dalam beribadah, kesabaran dalam menjalankan amanah, serta selalu berada dalam limpahan rahmat Allah SWT.
“Suka dan bahagia itu pilihan. Kami sangat bersyukur karena dipertemukan dengan orang-orang baik di UNIMUDA Sorong,” ujarnya.
Beliau kemudian mengenang awal kedatangannya ke Sorong pada April 1990 dengan menggunakan kapal laut. Setibanya di Sorong, beliau dijemput langsung oleh Pak Rustamadji serta disambut oleh tokoh-tokoh Muhammadiyah dan langsung terlibat dalam berbagai aktivitas persyarikatan, mulai dari Majelis Kader hingga berbagai kegiatan dakwah dan pendidikan.
Dalam pesannya, beliau mengajak seluruh sivitas akademika untuk terus menjaga semangat perbaikan dan kebaikan yang menjadi ciri Muhammadiyah.
“Kita jangan mengingat-ingat kesalahan dan kekurangan orang lain. Cukup memperbaiki kekurangan diri sendiri dan keluarga. Saya tidak menyimpan kejelekan orang lain, karena itu membuat hidup lebih sehat dan lebih bahagia,” tuturnya.
Beliau juga menyampaikan bahwa setelah pensiun sebagai Pegawai Negeri Sipil, dirinya pernah menerima insentif sebagai anggota BPH dari UNIMUDA Sorong. Namun insentif tersebut dikembalikan karena merasa belum optimal dalam menjalankan amanah yang diberikan.
“Saya merasa apa yang saya lakukan belum sebanding dengan amanah yang diberikan. Karena itu saya memilih mengembalikannya,” kenangnya.
Menurut beliau, keberhasilan UNIMUDA Sorong hari ini tidak hanya lahir dari figur-figur yang terlihat di depan, tetapi juga dari banyak orang yang bekerja dalam senyap dan tidak tercatat dalam sejarah.
“Banyak orang yang tidak terlihat dan tidak tertulis dalam perjalanan kesuksesan UNIMUDA Sorong. Kita patut menghargai semua kontribusi itu,” ujarnya.
Menjelang akhir sambutannya, beliau menyampaikan bahwa perpindahan domisili ke Boyolali yang ditandai dengan perubahan Kartu Keluarga per 18 Juni 2026 bukanlah akhir dari persaudaraan yang telah terjalin selama ini.
“Tempat bukan ukuran dekat atau jauhnya persaudaraan. Persaudaraan ini terjalin karena Allah. Kenangan terindah yang saya bawa dari UNIMUDA Sorong adalah persaudaraan yang tidak pernah terputus,” ungkapnya penuh haru.
Beliau juga menegaskan bahwa saat ini UNIMUDA Sorong telah mencapai banyak kemajuan, termasuk menjadi perguruan tinggi Muhammadiyah pertama dan satu-satunya di Tanah Papua dan Maluku yang meraih Akreditasi Unggul. Oleh karena itu, seluruh sivitas akademika diminta untuk menjaga, merawat, dan meningkatkan capaian tersebut.
Menutup pesannya, beliau mengajak seluruh keluarga besar UNIMUDA Sorong untuk terus menjaga ukhuwah dan menghindari permusuhan.
“Jangan ada musuh kecuali iblis dan kerabatnya,” pesannya yang disambut senyum dan tepuk tangan hadirin.
Agenda ramah tamah ini tidak sekadar menjadi acara penuh haru, tetapi juga menjadi ruang refleksi atas perjalanan panjang pengabdian, keteladanan, dan persaudaraan yang telah diwariskan oleh Bapak Nursono Sidiq. Semangat, nilai-nilai, dan jejak pengabdiannya akan terus menjadi bagian penting dalam sejarah serta perjalanan UNIMUDA Sorong menuju masa depan yang lebih unggul dan berkemajuan.