“Perkuat Kampus Inklusif, ULD UNIMUDA Sorong Latih Dosen dan Tendik Layani Penyandang Disabilitas” 👁️️ 18

By Nursalim Kamis, 22 Oktober 2026 | 14:43 pm Berita

“Perkuat Kampus Inklusif, ULD UNIMUDA Sorong Latih Dosen dan Tendik Layani Penyandang Disabilitas”

UNIMUDANews. Unit Layanan Disabilitas (ULD) Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong membekali dosen dan tenaga kependidikan (tendik) dengan keterampilan melayani mahasiswa penyandang disabilitas. Melalui Pelatihan Layanan Pendidikan Inklusif yang digelar Jumat–Sabtu (16–17/10/2026) di Ruang UCC Gedung Pascasarjana, kampus ini menegaskan langkahnya menuju perguruan tinggi yang inklusif dan ramah disabilitas.

Pelatihan dua hari itu tidak hanya diikuti sivitas akademika UNIMUDA Sorong. Turut hadir perwakilan SD, SMP, dan SMA Muhammadiyah di Kabupaten Sorong, Badan Perencanaan Anggaran Daerah, serta sejumlah perguruan tinggi mitra.

Rektor UNIMUDA Sorong, Dr. Sirojjuddin, M.Pd., menyebut kegiatan ini sebagai wujud komitmen universitas agar setiap peserta didik memperoleh hak pendidikan tanpa diskriminasi. Menurutnya, perguruan tinggi wajib menjamin hak penyandang disabilitas atas pendidikan bermutu, termasuk penyediaan akomodasi yang layak, sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

“Pendidikan inklusif bukan hanya tentang menyediakan akses, tetapi juga memastikan setiap individu mendapatkan kesempatan yang setara untuk belajar, berkembang, dan berpartisipasi dalam lingkungan pendidikan,” ujar Sirojjuddin.

Hari pertama dibuka dengan materi Dasar Hukum dan Pendidikan untuk Disabilitas oleh Komisioner Komisi Nasional Disabilitas (KND) RI Bidang Pendidikan, Eka Prastama Widyanta, S.T. Ia menguraikan landasan hukum layanan pendidikan bagi penyandang disabilitas, mulai dari UU Nomor 8 Tahun 2016 hingga Permendikbudristek Nomor 48 Tahun 2023 tentang Akomodasi yang Layak bagi Peserta Didik Penyandang Disabilitas. Peserta diajak memahami bahwa penyediaan akomodasi sesuai kebutuhan peserta didik merupakan kewajiban, bukan pilihan, bagi setiap penyelenggara pendidikan.

Sesi berikutnya mengupas Ragam Disabilitas dan Kebutuhan Khusus bersama dua praktisi pendidikan luar biasa, yakni Kepala SDLB Kota Sorong, Angger Sukma Nugrahani, S.Pd.Gr., dan Kepala SMPLB Kota Sorong, Yustina Irianing Tyasutami, S.Pd. Keduanya menekankan bahwa setiap penyandang disabilitas memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda. Pemahaman ini penting agar dosen dan tendik dapat memberikan layanan yang tepat sekaligus terhindar dari praktik yang diskriminatif.

Hari kedua diawali materi Prinsip Akomodasi yang Layak dalam Pembelajaran oleh Kepala Sekolah Luar Biasa Kabupaten Raja Ampat, Fandy Dawenan, S.S., MDPP., Gg. Ia memaparkan bentuk-bentuk penyesuaian, dukungan, dan fasilitas yang dibutuhkan penyandang disabilitas agar dapat mengikuti pembelajaran secara setara.

Sesi yang paling hidup datang menjelang akhir pelatihan, yaitu Teknik Komunikasi dan Interaksi dengan Disabilitas yang dibawakan Zusana Tutuhatunewa dari Komunitas Tuli Sorong. Peserta tidak sekadar menerima teori, tetapi juga berinteraksi langsung dan mempraktikkan bahasa isyarat bersama Kak Indah, teman Tuli dari komunitas yang sama. 

Pengalaman itu membuka kesadaran peserta bahwa berkomunikasi dengan penyandang disabilitas menuntut sikap terbuka dan penghargaan terhadap cara komunikasi setiap individu.

Agenda ini juga mendapatkan dukungan dari Kemitraan Unimuda Sorong - Unicef, yang juga sebagai perintis berdirinya ULD Unimuda Sorong.

Lewat pelatihan ini, ULD UNIMUDA Sorong berupaya memadukan peningkatan pemahaman dengan pengalaman langsung, sehingga prinsip pendidikan inklusif benar-benar dapat diterapkan dalam keseharian akademik. Kegiatan ini diharapkan menjadi pijakan awal memperkuat ekosistem kampus yang setara, aksesibel, dan responsif terhadap kebutuhan penyandang disabilitas. AY/Nsl.

By Nursalim Kamis, 22 Oktober 2026 | 14:43 pm

Artikel Terbaru