UNIMUDA Sorong Jadi Tuan Rumah Konsolidasi dan Pelatihan Kepemimpinan Perempuan Berkemajuan Aisyiyah 👁️️ 61
UNIMUDANews | Suasana penuh khidmat, inspiratif, dan sarat semangat pemberdayaan perempuan mewarnai pelaksanaan Majelis Pembinaan Kader Konsolidasi dan Pelatihan Kepemimpinan Perempuan Berkemajuan Regional Maluku dan Papua oleh Pimpinan Pusat Aisyiyah yang diselenggarakan di Gedung Unimuda Convention Center (UCC) Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong pukul 08.30 WIT pada hari Jumat (26/6/2026).
Kegiatan strategis ini menjadi momentum penting dalam penguatan kapasitas kader perempuan Aisyiyah untuk membangun kepemimpinan yang tidak hanya kuat secara organisatoris, tetapi juga visioner, berintegritas, serta adaptif terhadap dinamika sosial, pendidikan, ekonomi, dan dakwah kemasyarakatan. Agenda ini dihadiri oleh Wakil Gubernur Papua barat Daya, Ketua PWM, Ketua PWA, Rektor Unimuda, perwakilan Rektor Unamin, perwakilan Anggota DPRD Papua Barat daya, Pimpinan Organisasi Wanita yang Bergabung di BKOW, Pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah serta 56 peserta pelatihan dari berbagai daerah di Maluku dan Papua.
Ketua Pelaksana kegiatan, Nur Fauziati, S.Pd., dalam laporannya menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pelatihan formal, melainkan bagian dari proses panjang konsolidasi gerakan perempuan Aisyiyah dalam menyiapkan kader yang mampu menjawab tantangan zaman sehingga perlu dibangun melalui proses pembinaan yang sistematis, berkelanjutan, dan berbasis nilai-nilai Islam Berkemajuan.
“Melalui kegiatan ini kami berharap lahir kader-kader perempuan Aisyiyah yang tidak hanya memiliki kemampuan manajerial organisasi, tetapi juga mampu menjadi pemimpin yang berintegritas, visioner, kolaboratif, serta mampu menghadirkan solusi nyata di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Sambutan pertama oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Papua Barat Daya, Drs. Mungawan, memberikan penegasan penting terkait peran strategis perempuan dalam pembangunan umat.
“Perempuan berkemajuan harus terus bergerak, berkarya, dan mengambil peran strategis dalam membangun umat. Laki-laki dan perempuan memiliki kedudukan yang sama sebagai ciptaan Allah SWT, sehingga yang perlu diperkuat adalah pemberdayaan di berbagai bidang, mulai dari keluarga, pendidikan, hingga ekonomi,” ujarnya.
Beliau juga menyoroti perkembangan nyata amal usaha Aisyiyah, khususnya BMT Aisyiyah Papua Barat Daya yang saat ini telah berkembang dengan aset Rp4 miliar. Capaian ini, menurutnya, menjadi bukti konkret bahwa perempuan memiliki peran besar dalam penguatan ekonomi umat.
Dalam kesempatan yang sama, Dra. Hj. Siti Nurjannah, M.Si., Pimpinan Wilayah Aisyiyah Papua Barat Daya, menegaskan bahwa kepemimpinan perempuan berkemajuan harus dibangun di atas tiga fondasi utama, yaitu integritas, kompetensi, dan nilai-nilai islam berkemajuan yang mampu menjadi agen perubahan yang peka terhadap perkembangan zaman serta mampu menjawab persoalan sosial secara solutif.
“Konsolidasi dan pelatihan ini menjadi ruang strategis untuk menyatukan visi gerakan, memperkuat kapasitas kader, serta menyiapkan pemimpin perempuan yang memiliki karakter kuat, cara berpikir visioner, dan kemampuan menggerakkan dakwah serta pemberdayaan umat,” jelasnya.
Dalam sambutan oleh pimpinan Pusat Aisyiyah, Prof. Dr. Mami Hajaroh, M.Pd., menegaskan bahwa ruang kepemimpinan perempuan tidak boleh dibatasi hanya pada ranah domestik, tetapi harus meluas hingga ruang publik yang lebih luas. Ia menekankan bahwa banyak perempuan di berbagai tempat yang membutuhkan dukungan, pendampingan, dan peran aktif kader Aisyiyah dalam menghadirkan perubahan sosial.
“Ruang kepemimpinan perempuan bukan hanya tentang memimpin dirinya sendiri, tetapi juga tentang bagaimana hadir di ruang publik untuk memberi manfaat bagi orang lain,” ujarnya.
Tak hanya itu beliau juga menambahkan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari proses transformasi kader yang lebih mendalam, bukan sekadar peningkatan keterampilan teknis, tetapi perubahan cara berpikir menuju arah yang lebih berkemajuan. “Melalui delapan sesi pelatihan yang disiapkan, kader Aisyiyah diharapkan mampu bertransformasi menjadi kader persyarikatan, kader kemanusiaan, dan kader bangsa,” tambahnya.
Kegiatan secara resmi dibuka pimpinan Pusat Aisyiyah, Prof. Dr. Mami Hajaroh, M.Pd., yang ditandai dengan penyerahan 56 peserta pelatihan kepada panitia pelaksana. Momen ini menjadi simbol dimulainya proses pembinaan intensif kepemimpinan perempuan berkemajuan yang akan berlangsung melalui berbagai sesi pelatihan, diskusi, dan penguatan kapasitas kader di bidang kepemimpinan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.
Dalam kesempatan Keynote Speech, Rektor UNIMUDA Sorong Dr. Rustamadji, M.Si. menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Pimpinan Pusat Aisyiyah yang telah menjadikan Kampus UNIMUDA Sorong sebagai tuan rumah kegiatan Konsolidasi dan Pelatihan Kepemimpinan Perempuan Berkemajuan Regional Papua Barat Daya.
Rektor menegaskan bahwa kehadiran Aisyiyah di kampus UNIMUDA merupakan wujud sinergi yang strategis dalam memperkuat gerakan perempuan berkemajuan di Tanah Papua. “Kami dengan senang hati menyambut dan menerima pelaksanaan agenda Pimpinan Pusat Aisyiyah yang diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah Aisyiyah Papua Barat Daya di Kampus UNIMUDA Sorong,” ujarnya.
Rektor UNIMUDA Sorong menekankan bahwa kunci utama kemajuan organisasi terletak pada kepemimpinan yang kuat dan visioner. “Ibu-ibu sekalian, di manapun kita berorganisasi, kunci kemajuan dan keberhasilan organisasi adalah leadership. Tidak ada kemajuan tanpa kepemimpinan yang kuat,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti bahwa unsur penting dalam kepemimpinan adalah keberanian dalam mengambil keputusan. Menurutnya, sejarah menunjukkan bahwa setiap pencapaian besar selalu lahir dari individu atau kelompok yang berani mengambil langkah strategis di tengah tantangan.
“Satu pintu yang tidak bisa digantikan dalam kemajuan adalah keberanian. Semua karya-karya besar, jika kita teliti, pasti ada orang atau sekelompok orang yang berani mengambil keputusan,” tambahnya.
Kegiatan Konsolidasi dan Pelatihan Kepemimpinan Perempuan Berkemajuan Regional Maluku dan Papua ini tidak hanya menjadi agenda pelatihan, tetapi juga menjadi ruang konsolidasi gerakan perempuan Muhammadiyah dalam memperkuat peran strategis di berbagai sektor kehidupan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir kader-kader perempuan Aisyiyah yang tidak hanya cakap dalam kepemimpinan organisasi, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak perubahan sosial, ekonomi, pendidikan, dan dakwah kemanusiaan. Dengan semangat Islam Berkemajuan, kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat kontribusi perempuan Aisyiyah bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan menuju masa depan yang lebih unggul, inklusif, dan berkeadaban. (RCH/SHF)